Pengikut

Senin, 13 Juli 2009

KETIKA AKU DAN HATIKU BERCENGKRAMA

Adalah sebuah kebetulan ataukah merupakan sebuah takdir jika kita mengalami kejadian yang di sebut PATAH HATI…? Suatu keadaan yang membuat aku akhirnya bercengkrama dengan HATI yang kemudian menghadirkan setiap penggalan kata-kata berikut ini.

‘Aneh rasanya ketika segelintir orang masih berbicara tentang betapa kuatnya cinta yang kita miliki namun kita sendiri sudah tak lagi percaya akan cinta itu’

‘Adalah suatu kesalahan besar jika kita bertemu disaat seperti ini, namun tak bisa pula kita sangkali bahwa kebenaran akan kekuatan cinta juga yang mempertemukan kita’

‘Hari ini dia telah menjadi pelangi terindah juga luka terdalam di relung jiwa’

‘Maka kerinduan pulalah yang akhirnya menghancurkan perasaanku’

‘Andai saja aku bukan dirimu, sudah lama ku tinggalkan dunia ini dengan cara yang hina’

‘Senyum berisi air matapun akhirnya terpancar saat kulihat kau didekapnya’

‘Sejujurnya kemenangan akan cinta bukanlah berada pada saat kita menemukan cinta itu,melainkan pada saat kita mempertahankan cinta itu,dan ternyata aku kalah’

‘Masih lebih menyenangkan jika kita tidak lagi memiliki keterikatan namun masih saling menyayangi daripada masih memiliki keterikatan namun tak lagi merasakan cinta’

‘Aku lebih memilih sakit di atas kejujuranmu daripada bahagia di atas dustamu’

‘Sampai kapan roda kehidupanku akan kandas di lubang kepedihan?’

‘Sadarlah…!!! Kau telah menghantarkan aku ke depan gerbang pembatas antara rasa benci dan rindu,gerbang yang kusebut gerbang cinta’

‘Betapa menyakitkan ketika cinta sejati serta kesedihan darimu duduk bersamaan di singgasana hatiku’

‘Aku anak manusia, insan yang termenung, terbelenggu dalam dunia kesepian yang kau ciptakan’

‘Jauh hari sebelum kau pergi,sebuah pahatan tentang namamu telah terukir oleh dahsyatnya cinta sejatiku’

‘Satu-satunya kesalahan terbesarku hanyalah terlalu mencintaimu’

‘Masih teringat jelas ketika kau mendekapku dan berbisik i’ll never letting you go…honey’

‘Bara api sekalipun tak akan bisa melebur hatiku yang telah mengeras laksana besi murni,sampai kau hadir sebagai magnet cintaku dan menjadikan aku bagian didalam rekatan hidupmu selamanya’

‘Perjalanan hidupku kini telah tergambar bagai filosofi bumi yang berputar,sekalipun kau hempaskan aku ketempat tak berpenghuni,aku akan tetap kembali pada porosku sendiri dan itu adalah kamu’

‘Mudah saja menjawab jika ada pribadi yang menanyakan siapa aku sebenarnya,jawabannya aku adalah kamu’

‘pelukan yang begitu sempurna untuk menyambut cintaku dan kecupan yang terlalu sempurna untuk meninggalkanku’

‘Sesaat saja cintaku…kau lihat diriku, rasakan detak jantungku,yakinkan pilihanmu padaku,kan kupastikan bahagia menjadi milikmu seutuhnya’

‘Ironis…dia yang ajarkan aku tentang kesabaran, dia pula yang akhirnya meninggalkan cinta sejati karena lelah menanti’

‘Kalau saja kita tak menoleh saat perpisahan menyapa, maka segalanya kan menjadi sempurna untukku dan untukmu’

‘Semuanya bahkan menjadi begitu nyata saat bumi menghempaskan petir dan gemuruh angin menghampiri lamunanku,kehilanganmu menjadi titik terakhir antara impianku dan kenangan kita’

‘Tak semestinya kita saling menyalahkan ketika badai emosi menghampiri dan membawa kita ke jurang perpisahan,karena di situlah seharusnya cinta berperan sebagai aktor utama’

‘Cinta pada seorang wanita bukan hanya berbicara tentang memiliki hidup dan matinya,Cinta pada seorang wanita akan lebih berarti jika kitapun tersenyum walau dia tak lagi disisi’

‘Jika kita bersedia menyambut hal terindah dalam hidup, kita juga harus menyiapkan diri untuk menghadapi hal yang terburuk’

‘Akhirnya kita semua harus terlibat dalam perang memperjuangkan cinta,perang yang telah meretakkan tabir persahabatan sehingga menjadikan kita berbeda satu sama lain’

‘Dalam hati aku sangat tak sanggup untuk meninggalkanmu,tapi jika ini kenyataannya, jangan cari aku lagi’

‘Kau takkan pernah mengerti sampai semuanya menjadi nyata dihadapanku dan hadapanmu’

‘Untuk apa hadir kembali jika hanya sekedar singgah dan menyiram luka hatiku dengan asam cintamu? Kesabaranku kau balas dengan goresan luka tanpa akhir’

‘Bukankah dengan pengorbanan kita telah cukup mendapatkan cinta sejati…?’

‘Sekali dalam hidupmu, sempatkanlah untuk korbankan keinginanmu bagi orang yang kau sayangi dan lihatlah betapa besar balasan cinta yang kan kau terima’

‘Tak ada seorangpun ksatria yang akan bertahan menghadapi sihir cinta seorang wanita’

‘Dia laksana puteri cinta yang mampu membentuk duniaku menjadi indah juga mengikis habis hatiku sampai berbentuk tubir kehancuran’

‘Dalam setiap hela nafasku dia adalah mentari pagiku, dalam setiap tidurku dia menjadi mimpi indahku,namun disetiap langkah kakiku dia tetap menjadi duri dalam hidupku’

Tidak ada komentar: