Pengikut

Senin, 24 Agustus 2009

Elleonora Dan Sang meteor



Hari semakin senja ketika dia bangun, seperti biasanya diapun mengulang segala aktivitas hari libur dengan menggenggam secangkir teh hangat dan langsung mengarah ke meja komputer tempat dimana dia biasa menghabiskan waktunya saat akhir pekan tiba.Tanpa merapikan tempat tidur dan menyisir rambut panjangnya yang terurai dia pun tetap dengan santainya menikmati tiap tegukan teh dalam genggaman lengan kirinya.Elleanora adalah seorang gadis mandiri yang saat ini berumur 23 tahun, tinggal disebuah kota kecil clownville dalam sebuah rumah kontrakan.

Elleanora yang kerap di sapa Zhee oleh teman-temannya adalah pribadi yang menyenangkan,mandiri dan penuh dengan keseriusan. Selain menghadap layar komputer, hari-harinya di habiskan dengan melantunkan lagu-lagu yang diiringi permainan lentik jemari tangannya di atas sebuah piano hasil dari jerih payahnya sendiri.Dia tumbuh sebagai gadis dewasa yang menggemari alunan musik,mencintai seni bernyanyi lebih dari apapun yang dapat dibayangkan orang pada umumnya sehingga akhirnya diapun mengharapkan suatu saat dia bisa menjadi seorang bintang diatas kemegahan panggung spektakuler, dan bernyanyi bagi banyak orang.

Seorang gadis manja yang memiliki sifat idealis ini mengekspresikan dirinya sebagai seorang yang kontroversial dalam bahasanya sendiri terkadang dia sering tak berkompromi dengan kesalahan-kesalahan yang di lakukan orang-orang terdekatnya yang menjadikan dirinya keras dan kelihatannya sulit untuk diajak bercanda.

Perjalan hidupnya tak ayal seperti wanita seumurannya,namun dia memiliki segudang kesibukan yang telah dijalaninya sekian lama sejak menginjak umur 18 tahun.bukan hanya kompetisi olah vocal, diapun mengikuti berbagai ajang kecantikan.benar saja, tak ada yang dapat menyangkal kalau inner beauty dan kecantikan fisiknya terpancar bersamaan sehingga menambah sempurnanya kecantikannya yang dimiliki gadis manja ini.

Pencarian jati dirinya pun tak pernah lepas dari pengaruh orang-orang sekitarnya.Elleonora adalah gadis yang sangat pintar namun karir perkuliahannya sedikit lebih lambat dari teman-teman seangkatannya karena baginya tujuan hiduplah yang perlu didahulukan, kesibukannya dalam usaha mencapai impiannya membuat dia tak perduli dengan apa yang orang katakan tentang dirinya.baginya,dirinya tetap dirinya dan dia yang berhak untuk menentukan segalanya. Kecintaannya pada dunia musikpun dapat mengalahkan pemikiran sahabat-sahabatnya.bukan tak pernah mendengarkan sahabat-sahabatnya, namun dia lebih memilih menerima masukan dengan senyum ramah dibanding bantahan, karena senyuman menyiratkan rasa terima kasih dan betapa bangganya dia memiliki sahabat sempurna seperti itu.

Dari sekian banyak sahabatnya, adalah seorang sahabat karib yang sangat mengerti dirinya,rasanya tak ada yang tak diketahui Millian jika berbicara tentang Elleonora.

Kisah persahabatan antara mereka berdua sangat menarik,sampai-sampai ada yang miris dan iri ketika sekilas perhatian antara keduanya sudah seperti pasangan Romeo dan Juliette padahal mereka hanyalah sahabat biasa. Tak ada yang dapat menampik bahwa kedekatan mereka berdua sudah tak bisa dipisahkan lagi, bahkan bak sebuah kepingan uang logam, persahabatan merekapun digambarkan begitu dalam di keseharian teman-teman kampusnya, tak ada yang tak dilakukan Milian untuknya dan begitupun sebaliknya…

Seiring dengan berjalannya waktu, Elleonora akhirnya mencapai gelar sarjana ekonomi. Kehidupannya semakin lengkap ketika pekerjaan sebuah kantor berlantai 5 sebuah perusahaan sudah menantikan sebagai seorang sekretaris. Dia telah menjadi contoh seorang wanita yang tak kenal lelah yang akhirnya mencapai kesuksesan yang tak semua wanita bisa dapatkan. Setelah sekian banyaknya kesibukan, bukan berarti dia tak lagi bisa menikmati hidupnya, malahan dia semakin merasa bahwa tak ada hidup yang sesempurna ini.

Sebagai anak tunggal dalam keluarganya, dia telah berhasil membuat orang tuanya bangga dan sekali setiap 2 hari dia menelpon orang tuanya yang saat ini tinggal berjauhan dengannya walaupun hanya sekedar menyampaikan kabar dan mendengar suara keduanya.

Rasa bahagia tak lagi bisa dibayangkan ketika siang menjelang sore Elleonora menelpon Millian untuk makan bersama, dia tak sabar memberitahukan apa yang baru saja terjadi dalam hidupnya.Ya, Millian sahabatnya masih seperti dulu sejak kuliah, mereka masih saja jalan sebagai sahabat karib disamping kesibukan-kesibukannya masing-masing. Millian sendiri saat ini bekerja sebagai wartawan editor disebuah perusahaan media cetak.

Selang 10 menit setelah Elleonora tiba di café pelangi tempat mereka janjian, terlihat Millian dengan sibuknya membawa koper hitam menyeberangi jalan raya dan bercengkrama dengan seorang teman prianya yang juga saat itu sedang berjalan mengarah kedalam café. Pertemuan kedua sahabat karib ini terlihat sangat beda dimata teman lelaki Millian, sampai-sampai dia sempat bertanya mengapa harus saling cubit ketika bertemu,tapi begitulah yang terjadi, suatu kebiasaan yang terlanjur mendarah daging didalam sebuah persahabatan antara Millian dan Elleonora. Tak lupa juga Millian memperkenalkan Richard temannya kepada Elleonora, yang adalah fotografer disebuah agensi model.Disamping itu situasi semakin ramai didalam café karena ternyata sebuah kejutan bagi Elleonora telah disiapkan Millian setelah mendengar kabar gembira yang disampaikannya hari ini, Ya..Elleonora diajak untuk menyayikan sebuah lagu dan Millian sebagai pengiringnya. Rasanya tak ada hari secerah hari ini bagi Elleonora, karena belum juga percaya bahwa dia telah ditunggu sebagai seorang sekretaris, sebuah telepon dari perusahaan permodelan mengontraknya sebagai salah satu bintang dalam pembuatan iklan, dan siapa yang menyangka ternyata Richard jugalah salah satu fotografer yang nantinya akan menjadi rekan Elleonora di dalam agensi pemotretan itu. Sebuah akhir bahagia dalam hari yang indah sampai-sampai air mata haru tak bisa dielakan lagi jatuh dari mata indah Elleonora, sehingga peluk hangat dari Millian mengakhiri pertemuan mereka yang membanggakan ini.

Setelah sekian lama membina hubungan sebagai sahabat karib tak ada satupun yang berubah dari mereka bahkan kenyataannya persahabatan yang ada selama ini semakin erat dari biasanya, hingga suatu saat hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya pun terjadi. Millian yang telah menjadi sahabatnya selama bertahun-tahun mengungkapkan perasaan yang menyatakan kecintaan dan rasa sayangnya kepada Elleonora telah lebih dari sahabat biasa, dan dia meminta Elleonora menjadi kekasihnya. Sebuah perasaan cinta dari Millian memang sudah lama tersimpan namun alasan kepindahan tempat tugaslah yang mendesak Millian untuk segera menyatakan perasaannya kepada Elleonora. Satu hal yang diucapkan Millian bahwa dia akan tetap dikota ini jika saja Elleonora menerimanya sebagai kekasih walaupun dengan resiko dipecat dari perusahaannya karena tak menuruti aturan mutasi karyawan, namun dia akan tetap menjaga arti persahabatn mereka andai saja Elleonora menolak. Sebuah senyuman dari Elleonora kepada Millian telah menjadi bukti bahwa ternyata Elleonora juga memiliki rasa yang sama, namun ada sebuah keraguan dari dalam hati Elleonora yang akhirnya mengalihkan jawabannya dengan kata ‘aku tak bisa Millian’. Rasa ragu dan ketakutan akan perubahan makna sahabat jika saja mereka berdua tak cocok sebagai pasangan kekasih. karena andai saja mereka tak cocok, pasti akan ada sesuatu yang berbeda di antara keduanya, semua tak akan sama lagi seperti sebelumnya, hal yang menjadi dasar pemikiran bagi Elleonora untuk menolak dan berharap situasi dan kehangatan sebagai sahabat karib tetap terjaga.Akhirnya saat itu juga Millian hanya tersenyum dan menganggap semuanya tetap baik-baik saja sebagai sahabat.

Selang dua jam kemudian Millian menghubungi Elleonora untuk pamit ke luar negeri setelah dia menerima kepindahannya yang ditugaskan oleh perusahaan, dia tak lagi sempat bertemu dikarenakan pesawat yang harusnya berangkat 5 jam kemudian harus dijadwalkan lebih awal karena alasan cuaca.

Namun tak ada yang dapat menduga, belum juga Millian menutup telepon genggamnya, taksi yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di jalan menuju bandara setelah truk bermuatan kendaraan alat berat menabrak taksi itu dari arah depan setelah berusaha menghindari sekumpulan kawanan bebek yang sedang digiring oleh petani menuju sawah berbalik kearah jalan raya.Dan benar saja, Millian pun berlalu.

Tak ada lagi yang dapat dikatakan oleh Elleonora ketika mengingat senyum Millian saat terakhir bertemu dengannya yang ternyata adalah senyum manis terakhir seorang sahabat setia penuh cinta. Hanya sebuah tatapan kosong dan penyesalan mendalam yang tersisa dalam diri Elleonora sesaat setelah seluruh pekabung beranjak dari pemakaman umum tempat dimana Millian dikuburkan.

Selang sebulan setelah kematian Millian, Elleonora yang saat ini semakin mapan sebagai seorang wanita karir, penyanyi dan foto model, kembali ke tempat dimana Millian dikuburkan, segenggam bunga melati dan miniatur gitar dibawakannya untuk mengenang masa-masa indah mereka berdua sebagai sahabat. Hanya senyuman dan iringan air mata yang menemaninya siang itu saat menatap batu nisan bertuliskan nama Millian seorang sahabat yang dicintainya.

Kini setelah keberhasilannya mencapai impian dan tujuan hidup, semuanya seakan terlihat sempurna baginya dan dimata semua orang yang mengaguminya, bahkan tak seorangpun yang dapat melihat kekurangan dirinya, namun tak ada yang pernah tahu bahwa selama ini dia menangis dalam kesunyian malam menyalahkan diri dan diam dalam kesakitan juga akhirnya membuat dirinya tenggelam dalam kubah penyesalan akan sebuah kesalahan yang seharusnya tak perlu terjadi, yang sangat menyiksa batinnya.
Ditengah keberhasilannya selama ini ternyata dia memiliki lubang didalam hati yang tak pernah sembuh, sebuah penyesalan dan rasa bersalah akan kematian Millianlah yang selalu menghantui setiap langkahnya.

‘jika saja aku menerimanya sebagai kekasihku saat itu, pasti dia akan tetap ada disini, Aku yang telah menyebabkan dia pergi’ . Kalimat yang sering diucap Elleonora sampai dia harus menangis terseduh di hadapan selembar foto Millian. Sebuah goresan yang membekas dan terlanjur menjadi luka didalam hatinya setiap kali dia mengingat Millian.

Kini, Tak ada lagi yang dapat dilakukan olehnya, selain berharap tak akan lagi melakukan kesalahan yang sama dan berusaha menjadi yang terbaik bagi teman-temannya, namun sekali dia pernah mengucap doa dan berharap kalau saja dia bisa kembali dimasa itu ataupun memutar kembali waktu,dia berjanji untuk tidak melakukan keputusan yang menyebabkan dia harus mengalami perasaan ini.Namun baginya kini, hanya harapan yang hidup, harapan untuk mampu menyembuhkan luka batinnya dan memiliki kembali semangat sebagai seorang sahabat karib walaupun telah kehilangan Millian, karena sesungguhnya diapun tahu tak satupun manusia yang dapat memutar dan mengembalikan waktu.
Elleonora kini semakin gundah, kini dia menjalani hari sebagai wanita rapuh yang hanya pura-pura menutupi kekurangan didalam hatinya dengan senyuman dan keberhasilan, sesekali dia merontah dalam malam, berteriak dalam kesunyian sehingga dia hidup bagai dua pribadi yang berbeda dalam satu jiwa. Elleonora semakin bosan dengan hari-harinya, semakin sering dia melakoni peran yang memaksa dirinya menjadi sempurna di mata orang banyak semakin dia tak tahan dengan siksaan batin itu. semakin dia berhasil dalam hidupnya, semakin besar pula rasa bersalahnya karena seharusnya dia bisa berbagi kebahagiaan bersama sahabatnya Millian, sahabat yang telah mengalami suka dan duka bersamanya.

Sehebat apapun manusia, namun sekali dia tak hidup sebagai dirinya sendiri dia tak akan pernah tenang, dan itulah yang terjadi pada Elleonora. Karena sekalipun Elleonora terlihat sempurna, dia tetap kecewa dengan dirinya. Kini setelah apa yang dia kejar dalam hidup yang awalnya adalah menjadi bintang bagi orang banyak tak lagi penting karena kini dia harus berjuang untuk mencari jati diri yang sesungguhnya dan berjuang untuk menjadi bintang dalam hatinya sendiri dengan menyembuhkan luka batinnya selama ini yaitu bayang-bayang akan rasa tanggung jawab akan kematian sahabatnya.

Sore itu setelah kembali dari kantor, Elleonora segera ke tempat pemotretan dalam sesi pengambilan gambar dalam majalah kecantikan, dan merupakan sebuah kebetulan, akhirnya setelah beberapa lama dia berprofesi sebagai foto model, ini merupakan kali pertama Richard muncul sebagi fotografernya. Dua hari bekerjasama dengan Richard, hubungan keduanya seperti biasa saja dan nyaris terlihat saling acuh, seakan pertemuan mereka berdua di café pelangi dulu hanyalah pertemuan dan perkenalan biasa. Namun sekalipun mereka hanya bertemu saat bekerja, keduanya kelihatan saling menjaga jarak dan entah apa yang menyebabkan sebuah rasa rindu dalam hati Richard untuk bertemu dengan Elleonora semakin besar, rasa yang menyiratkan perasaan seorang lelaki biasa yang semakin mengagumi keanggunan seorang wanita walaupun hanya dengan sebuah pertemuan yang singkat.

Sebatas itulah yang terjadi pada keduanya, sekalipun Elleonora ingin lebih dekat dengan Richard dia tak langsung menunjukan bahwa dia benar-benar ingin mengenal Richard lebih jauh dan bersahabat dengannya.

Hari itu Elleonora tetap terlihat tegar, walaupun semakin sulit bagi dirinya untuk menahan rasa yang bersalah yang terus menghantui.
Memasuki hari ketiga dimana dia melakukan pemotretan oleh Richard, tak ada yang dapat dimengerti oleh keduanya tentang apa yang terjadi, walaupun mereka tak bertingkah sebagai sahabat ataupun hanya sekedar teman, mereka tak saling senyum ataupun saling cubit layaknya hubungan Elleonora dan Millian dan bahkan hampir-hampir keduanya terkesan dingin dalam bersikap, ternyata memiliki hubungan batin yang sangat kuat, keduanya tak bisa menampik jika sama-sama saling merindukan. Sebuah tanda persahabatan sejati yang dulu hilang dalam hati Elleonora kini kembali bercahaya dan menggema, sebuah perasaan yang hanya dirasakan Elleonora ketika berdampingan dengan Millian.

Ada yang aneh dalam setiap pertemuan mereka, Richard yang semakin jarang menyapa Elleonora semakin menutup diri dan nyaris tak pernah mengeluarkan satu katapun selama sesi pemotretan terkecuali sedikit perbincangan untuk pengaturan gaya dan jadwal pertemuan, begitu juga dengan Elleonora, namun tetap saja rasa yang tak bisa diterjemahkan oleh mereka berdua ini tetap tumbuh dalam hati, ada perasaan saling rindu disetiap perpisahan mereka namun keduanya tak bisa untuk menunjukannya satu sama lain walaupun telah saling bertatap muka didalam studio pemotretan.
Hampir seminggu kini keduanya bertemu sebagai rekan kerja yang bisa dibilang misterius, namun tak ada yang berubah dari keduanya, mereka masih saja sama seperti saat pertama kali melakukan pemotretan, sikap dingin, acuh dan jarang melakukan pembicaraan lama-lama tetap terjaga utuh walaupun pada kenyataannya dilain sisi keduanya sangat ingin untuk mengenal satu sama lain.

Hari semakin malam dalam studio foto dan situasi keduanyapun berubah drastis sesaat ketika Richard memergoki Elleonora yang tertegun dengan air mata deras mengalir di pipinya. Suatu awal yang akhirnya membawa mereka berdua larut dalam perbincangan yang cukup lama, bahkan keduanya sampai lupa kalau waktu hampir menunjukan tengah malam. Banyak hal yang diceritakan Elleonora kepada Richard dan kisah tentang Millian pun yang adalah teman lama Richard tak luput dari perbincangan keduanya, bahkan semakin larut saja keduanya ketika topik tentang Millian terucap dari bibir Elleonora. Belum pernah ada yang bisa membuat Elleonora merasakan perasaan seperti ini saat berbincang-bincang bahkan tanpa disadari semangat persahabatan yang hanya dirasakan Elleonora ketika bersama dengan Millian semakin kental membahana dan kembali terangkat ke permukaan hatinya saat melihat Richard yang agak pemalu dengan tenangnya mendengar segala keluh kesah yang dialami Elleonora selama ini. Hari ini merupakan kali pertama Elleonora bisa tersenyum tanpa beban bahkan untuk sekejap dia sempat melupakan segala permasalahan dalam hidup walau hanya sementara, sesaat setelah mencurahkan segala yang dia rasakan kepada Richard.

Dua minggu setelah pertemuan terakhir mereka, kini Elleonora dan Richard semakin dekat dan bahkan mereka berdua semakin akrab sebagai sahabat.Kehadiran Richard dalam keseharian Elleonora seakan menggantikan sosok Millian dalam hati Elleonora. Namun sekali dia berdiri sebagai Elleonora, Dia tetaplah Elleonora. Elleonora yang semakin sering tertawa lepas kala bercengkrama dengan Richard tetap seorang wanita rapuh yang terlanjur menciptakan lubang dihati yang berupa penyesalan dan rasa bersalah atas kematian Millian, dan dengan kata lain Elleonora tak sepenuhnya sembuh sebagai wanita normal yang menjalani hidup sebagai Elleonora pada awalnya yang memilki semangat dan tanpa penyesalan akan rasa bersalah yang selalu menghampiri langkah hidupnya.

Memasuki satu bulan usia persahabatan mereka berdua, Richard yang tadinya pemalu dan pendiam semakin ceria dalam menghadapi hari-harinya dan diapun berinisiatif mengajak Elleonora makan malam. Sebuah acara makan malam yang tak pernah diduga sebelumnya oleh Elleonora karena tanpa disadarinya kejutan yang pernah dilakukan oleh sahabatnya Millian seakan berulang ditempat itu.Elleonora yang tiba di café pelangi dengan mengenakan gaun hitam terlihat begitu cantiknya sampai-sampai Richard yang tadinya melantunkan lagu “A beautifull mess “ milik penyanyi legendaris Jason Mraz terdiam sesaat karena terpanah dibuatnya. Begitu indahnya malam itu sampai Elleonora kembali untuk kedua kalinya meneteskan air mata haru di tempat dan meja yang sama saat dia menyampaikan kabar gembira kepada Millian sahabatnya dan bertemu untuk pertama kalinya dengan Richard.

Kali ini memang tak dapat diduga, makan malam terindah yang pernah dirasakan oleh Elleonora sepanjang hidupnya ini menjadi acara makan malam paling menyedihkan baginya ketika melihat Richard yang dengan tiba-tiba terdiam dan meneteskan darah segar dari lubang hidungnya. Tak pernah sekalipun Richard memberitahukan kepada Elleonora kalau penyakit leukimia yang dideritanya telah menggerogoti perjalanan hidupnya, satu hal yang tersimpan rapi dalam persahabatan mereka berdua karena ternyata Richard sendiri tak pernah ingin punya sahabat yang hanya ingin bersamanya karena rasa kasihan akan keberadaan dirinya yang telah divonis tak akan hidup lebih lama lagi.

Air mata Elleonora yang semakin deras mengalir menghantar iringan suara sirine mobil ambulance menuju UGD sebuah rumah sakit tempat dimana Richard harus dirawat. Tak lebih dari 30 menit di dalam rumah sakit, Elleonora yang dengan setianya menemani Richard, tersentak ketika ungkapan perasaan cinta dari Richard tiba-tiba menggema di dinding telinganya, perasaan yang tercipta lebih cepat dari usia persahabatan mereka yang baru menginjak usia satu bulan.

Seakan ini semua menjadi jawaban dari doa Elleonora untuk kembali kemasa dimana dia pertama kali mendengar ungkapan perasaan dari Millian, diapun akhirnya menyadari bahwa dia memang benar-benar kembali namun dalam situasi yang bebeda.
Dengan genggaman kehangatan tangan Richard yang semakin dingin, Elleonora akhirnya menerima Richard sebagai kekasihnya, walaupun dengan sesaat air mata yang kali ini jatuh mengalir dipipi Richard kemudian menghantar dia ke alam yang berbeda dengan Elleonora.

sekalipun Richard akhirnya meninggal, semuanya terasa begitu berbeda ketika dia kehilangan Millian karena kini Richard berlalu dengan dan dalam dekapannya, dan Elleonora kehilangan sosok kekasih yang punya semangat kesetiaan yang bermuara dari persahabatan sejati yang menyadarkan Elleonora bahwa dia kini ditinggal pergi tanpa rasa kecewa akan dirinya sendiri, yang akhirnya menghantar Elleonora sebagai bintang dalam dirinya sendiri.Satu hal yang diyakini Elleonora kali ini bahwa keberadaan Richard yang singkat telah dengan pasti membangkitkan kembali semangat persahabatan yang dulu pernah hidup antara dia dan Millian juga dengan sendirinya menutup luka batin dan dilema hidup yang sekian lama menghinggapi lubuk hatinya.

Kini dia menyadari bahwa arti persahabatan tak harus dilihat dari berapa lama dia mengenal sahabatnya.Diapun tahu bahwa memang tak ada yang bisa memutar waktu namun dengan kekuatan doanya, dan selagi dia punya harapan pasti akan ada kesempatan kedua sehingga dia mampu kembali ke masa lalu walaupun dengan situasi yang berbeda.
Kini Elleonora hidup sebagai Elleonora yang sempurna, dia kembali menemukan jati dirinya sebagai seorang wanita kontroversial dalam bahasanya sendiri, idealis, mandiri, manja penuh semangat persahabatan dan tanpa luka hati yang menyiksa dan menghantui perjalanan hidupnya. Dan yang paling penting dia telah menjadi dirinya sendiri tanpa harus memainkan lakon berbeda dalam satu jiwa.

Pada akhirnya, walaupun Elleonora tetap sendiri dia mengerti bahwa sahabatnya Millian dan kekasihnya Richard akan tetap menjadi meteor dalam kehidupannya. Dua orang insan manusia yang digambarkan Elleonora dalam sebuah meteor di angkasa yang memiliki sinar terindah. Dan sekalipun meteor itu jatuh dalam dunia yang berbeda dengan dunianya, dia tahu bahwa sinar terang dan cahaya indah meteor itu akan tetap hidup dan menghiasi perjalanannya.

Tidak ada komentar: